Geliat Dakwah Islam di Bumi Tajikistan

Geliat Dakwah Islam di Bumi Tajikistan

Bumi Tajik. Begitulah Tajikistan, sebuah negara di Asia Tengah, itu biasa disebut. Istilah Tajik muncul pada abad ke-11 masehi.

Saat itu, orang-orang Turki menyebut masyarakat yang berbahasa Persia di wilayah itu dengan sebutan Tajik. Secara bahasa, Tajik juga berarti orang Persia.

Republik Tajikistan terletak di sebuah daratan yang terkurung pegunungan di Asia Tengah. Di bagian selatan berbatasan dengan Afghanistan, di ujung barat bertetangga dengan Uzbekistan, di sebelah utara berdekatan dengan Kyrgystan, dan di ujang timur berdampingan dengan Republik Rakyat Cina (RRC).


Negara yang memproklamasikan kemerdekaan pada 9 September 1991 itu mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut data Pew Research Center, jumlah Muslim di Tajikistan mencapai 5,84 juta jiwa atau sekitar 84,1 persen dari total populasi negara itu.

Namun, menurut data pada laman resmi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, jumlah pemeluk Islam di Tajikistan mencapai 95 persen, 3 persen beragama syiah ismailiyah, dan sisanya pemeluk agama lainnya.

Tajikistan adalah negara sekuler yang menghormati kebebasan beragama. Seperti halnya di Indonesia, dua hari raya besar Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, diperingati kaum Muslim di negara itu dan menjadi hari libur nasional. (eramuslim)

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>